Meteor muncul acak dan hanya sepersekian detik. Kuncinya adalah membiarkan kamera memotret terus-menerus lalu memilih foto terbaik setelahnya.
Ringkasan pengaturan
| Lensa | Lebar, 14 sampai 24 mm |
|---|---|
| ISO | 3200 sampai 6400 |
| Bukaan | Selebar mungkin |
| Lama eksposur | Sekitar 15 sampai 25 detik |
| Mode | Foto beruntun dengan intervalometer |
Pengaturan
- Pasang kamera di tripod dan atur fokus manual ke bintang.
- Gunakan intervalometer atau mode timelapse agar kamera memotret berulang tanpa henti.
- Arahkan kamera sekitar 30 sampai 60 derajat dari titik asal hujan meteor, bukan tepat ke sana.
- Sertakan sedikit pemandangan di bingkai agar foto lebih menarik.
Waktu
Hujan meteor biasanya paling ramai setelah tengah malam sampai dini hari. Lihat halaman Kalender astronomi untuk tanggal puncaknya, dan usahakan malam tanpa Bulan terang.
Setelah memotret
Biasanya hanya sebagian kecil foto yang berisi meteor. Pilih yang terbaik dan simpan sisanya. Jangan kecewa jika hasilnya sedikit, itu hal yang wajar.
Jumlah meteor yang terlihat berbeda tiap tahun dan tiap lokasi. Cuaca dan Bulan sangat memengaruhi hasil.
