Memotret Bima Sakti tidak butuh kamera mahal. Yang dibutuhkan adalah tempat gelap, tripod, dan pengaturan manual yang tepat.
Ringkasan pengaturan
| Mode | Manual (M) |
|---|---|
| ISO | 1600 sampai 6400 |
| Bukaan | Selebar mungkin, f/1.4 sampai f/2.8 |
| Lama eksposur | 10 sampai 25 detik |
| Fokus | Manual, ke bintang terang |
| Format | RAW |
| White balance | Sekitar 3800 sampai 4500 K |
Peralatan
- Kamera dengan mode manual (DSLR, mirrorless, atau HP dengan mode pro).
- Lensa lebar, idealnya 14 sampai 24 mm, bukaan f/2.8 atau lebih lebar.
- Tripod yang kokoh, karena eksposur panjang tidak bisa dipegang tangan.
- Timer 2 detik atau remote supaya kamera tidak bergetar saat tombol ditekan.
Langkah pengaturan
- Pasang kamera di tripod dan arahkan ke bagian langit yang terlihat paling pekat.
- Pilih mode manual, bukaan terlebar, ISO 3200 sebagai titik awal.
- Fokus manual: aktifkan live view, perbesar pada bintang paling terang, putar fokus sampai titiknya sekecil mungkin.
- Atur lama eksposur dengan aturan di bawah, ambil satu foto uji, lalu sesuaikan ISO.
Aturan 500
Agar bintang tidak berubah menjadi garis, bagi 500 dengan panjang fokus lensa. Lensa 20 mm menghasilkan sekitar 25 detik. Pada kamera dengan sensor lebih kecil (crop), kalikan panjang fokus dengan faktor crop lebih dulu. Untuk hasil yang lebih tajam, kurangi sedikit dari angka ini.
Kesalahan yang sering terjadi
- Fokus bergeser setelah diputar, jadi cek ulang di layar yang diperbesar.
- ISO terlalu tinggi sehingga foto berbintik. Naikkan hanya sampai terang cukup.
- Memotret saat Bulan terang, yang menghapus detail Bima Sakti.
- Lupa menyalakan RAW, sehingga warna sulit diperbaiki saat diedit.
Angka di atas hanyalah titik awal. Hasil terbaik bergantung pada kamera, lensa, dan kegelapan langit di lokasimu, jadi selalu ambil foto uji dan sesuaikan.
